Tentang Cinta

Siapa yang ga kenal nama cinta? buka cuma yang dewasa, anak kecilpun tahu nama itu. Cinta, ya... nama/ sebutan/sebuah kata yang ga sulit diucapkan. Bukan nama suatu benda, bukan pula umpama dari sesuatu, tidak mudah pula untuk menjabarkan dengan pas sehingga kita sepakat tentang pengertian cinta. Lho! Lalu apa dong?
Mari kita sedikit jalan-jalan dulu mengitari beberapa nuansa di sekitar kehidupan kita yang barangkali  bisa membawa kita ke pengertian bahwa cinta itu ternyata  itu atau ini, begitu atau begini.
Kita mulai dari diri kita sendiri. Dalam keseharian kita jalani dan lalui hari-hari termasuk apapun yang kita lakukan dan temui di hari itu, tanpa disadari ada sesuatu yang rata-rata kita mengabaikannya, ialah SEHAT misalnya. Apabila sudah terasa ga enak di badan maka kita baru sadar butuh obat, tapi kadang masih belum menyadarkan kita bahwa sehat itu sesuatu yang berharga. Lalu misal sakit kita ga kunjung sembuh sampai harus berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan dan menelan biaya pengobatan yang tidak sedikit. Mungkin kita baru sadar bahwa sehat itu indah, berharga, dan harganya mahal. Itu baru saar akan derajat sehatnya, tapi sudahkah menyadarkan kita bahwa ternyata selama ini kita kurang mencintai sehat? sehingga kadang teledor menjaganya. Mungkin saja secara tidak sadar kita cinta sehat, buktinya ketika sakit toh cepat-cepat cari obat. Tapi yang jelas ketika  sesuatu terbengkalai (X misalnya) karena perhatian kita lebih bertitik berat pada sesuatu yang lain (Y misalnya), maka diakui atau tidak saat itu kita sudah memperlihatkan kelebihan cinta kita terhadap Y.
Yang lainnya lagi....
Ketika nafsu makan kita sedemikian baik, lalu di hari berikutnya mengalami defisit karena perhatian kita terpancing oleh sesuatu yang lain (seseorang/lawan jenis yang spesial di hati misalnya) maka ga usah mungkir bahwa saat itu kita sedang jatuh cinta kepada yang spesial itu. Bahkan seringkali seseorang lupa mandi, lupa kewajiban di sekolahnya, bahkan bolos dan berani bohongi orangtuanya ketika "orang yang spesial"nya terus-terusan berputar-putar di dekatnya. Seorang anak sekolah lupa mengerjakan PRnya karena asyik bermai dengan hewan peliharaannya, boleh dibilang si anak sekolah itu terlampau cinta pada hewan pelihraannya itu. Dan lain-lain gambaran tentang adegan adegan yang disadari atau tidak telah mengatas namakan cinta dan berprilaku sedikit melanggar yang alasannya lagi-lagi karena cinta.
Ada juga (bahkan ga jarang), yang ngaku pusing tujuh keliling, lalu ngadu sana-sini, ngeluh tentang pasangan dan nasib cintanya sampai mau ga mau penulis dipaksa turun tangan membantu. Padahal kadang penulis juga suka ngalamin butuh bantuan untuk itu.
Gimana? Sudah ada gambaran tentang apa itu cinta?

Ok, bagi yang masih bingung ga apa tar juga gerti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar